banner 728x250

Edi Kamtono Bersama Wako se-Indonesia Bahas Pembangunan Hingga Solusi Pengurangan TKD

banner 468x60

NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK: Pertemuan para Wali Kota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) pada acara Outlook 2025 di Bandar Lampung menjadi momentum penting bagi para pemimpin kota di seluruh Indonesia untuk bersinergi menghadapi tantangan pembangunan. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang hadir mewakili Ketua Komisi Wilayah (Komwil) V Kalimantan, mengungkapkan sejumlah isu krusial yang menjadi fokus pembahasan antar kepala daerah.

Dalam pertemuan tersebut, para wali kota mengevaluasi progres pembangunan sepanjang tahun 2025 dan memetakan solusi atas permasalahan klasik perkotaan. Edi menyebutkan bahwa isu lingkungan dan infrastruktur masih menjadi prioritas utama.

banner 1024x1500

“Terutama terkait dengan pengurangan dana TKD (dana transfer daerah), dan permasalahan kota seperti masalah genangan, masalah sampah, masalah sanitasi, masalah infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, serta penunjang kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan program-program pusat seperti Makan Gigi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih,” kata Edi Kamtono usai mengikuti rangkaian kegiatan pembukaan outlook di Lampung, Sabtu (20/12/2025).

Kemudian terkait kebijakan pengurangan Dana Transfer Daerah (TKD) yang merupakan isu hangat sedang dibahas oleh publik, bahkan menjadi salah satu poin paling krusial dalam diskusi memaksa pemerintah kota untuk memutar otak dalam mengelola anggaran tanpa menghambat pembangunan.

Menanggapi hal tersebut, Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya kreativitas pemerintah daerah. “Kami dihadapkan dengan kondisi di mana kami harus kreatif memanfaatkan potensi yang ada, seperti memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mencari sumber-sumber pendapatan baru,” ujar Ketua APEKSI Komwil V ini.

Menghadapi pengurangan TKD ini, Edi Rusdi Kamtono menegaskan, sebagai solusi jangka panjang, bahwa stimulasi investasi merupakan jalan keluar terbaik yakni dengan melakukan transformasi pada pelayanan publik.

“Yang paling penting adalah kita menstimulasi investasi dengan memudahkan pelayanan publik kita, supaya investasi bisa berkembang dan kota menjadi tumbuh,” tambah Edi.

Edi Kamtono menambahkan, seluruh hasil pembahasan dan aspirasi dari para wali kota ini tidak hanya berhenti di meja diskusi. Melalui wadah Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia), poin-poin tersebut akan dirangkum menjadi usulan resmi untuk dibahas lebih lanjut di tingkat Kementerian.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *