banner 728x250

Puncak Peringatan Harlah XIII sekaligus Peluncuran Ambulance Yakorma Kalbar

banner 468x60

NARASIKALBARM.COM, PONTIANAK: Puncak peringatan Hari Lahir Yayasan Kerukunan Orang Madura (YAKORMA) XIII Kalimantan Barat di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Sabtu (20/12/2025). Pada puncak peringatan harlah ini sekaligus Peluncuran Ambulance Yakorma Kalbar.

Kegiatan ini, menjadi momentum penting dalam merawat kerukunan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran serta membangun daerah demi kesejahteraan masyarakat.

banner 1024x1500

Pada puncak peringatan harlah YAKORMA ini, tidak hanya membahas tentang bagaimana progres organisasi, namun juga membahas tentang program kerja dalam meningkatkan taraf hidup kesejahteraan masyarakat untuk menjaga kerukunan.

Ketua YAKORMA Kalbar, Munaji mengungkapkan, bahwa organisasi dibawah kepemimpinannya ini akan terus menjalin sinergitas dengan organisasi masyarakat lainnya serta lembaga pemerintahan maupun swasta.
“Yakorma akan terus memberikan kontribusi terbaik untuk masyarakat Kalbar dan Indonesia dan berkolaborasi dengan organisasi masyarakat untuk menunjukkan solidaritas kami YAKORMA Kalbar dalam bidang sosial, pendidikan, dan ekonomi kerakyatan,” kata Haji Munaji yang juga sebagai anggota DPRD Kota Pontianak ini.

Saat ini lanjut Munaji, Yakorma juga telah membentuk koperasi organisasi yang tentunya menjadi bagian dalam mensukseskan program pemerintah dibawah kepemimpinan Prabowo-Gibran yang telah membuat program prioritas nasional terkait koperasi merah putih.
“Program yang telah kami bentuk koperasi ekonomi untuk mengembangkan UMKM, karena kami melihat kondisi ekonomi saat ini, dan memang ini bagian dari menunjukkan bahwasanya pentingnya mendukung UMKM yang ada di Provinsi Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan bahwa kerukunan masyarakat multietnis hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen bangsa menjunjung tinggi nilai kebenaran, bukan membela suku atau kelompok.

Bahasan mengatakan, Kota Pontianak merupakan miniatur Indonesia dengan keberagaman etnis yang sangat tinggi. Terdapat sedikitnya 24 etnis yang hidup berdampingan dan tergabung dalam Paguyuban Merah Putih. Keberadaan paguyuban tersebut dinilai berperan penting dalam menjaga harmoni sosial serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Berbagai persoalan, baik kriminalitas, kenakalan remaja, maupun isu yang berpotensi menimbulkan konflik antarsuku, alhamdulillah dapat diselesaikan dengan cepat dan mengedepankan musyawarah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bahasan mengajak seluruh masyarakat untuk memahami esensi beragama dan berbudaya dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menyebut, setiap pemeluk agama berhak meyakini agamanya sebagai yang terbaik, tanpa harus mendiskreditkan keyakinan orang lain. Namun yang lebih penting, lanjutnya, adalah bagaimana nilai-nilai tersebut tercermin dalam perilaku sehari-hari.

“Kalau kita berlomba-lomba menunjukkan perilaku terbaik kepada semua agama dan semua suku, insya Allah Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak, akan tetap rukun dan damai,” katanya.

Sebagai pembina YAKORMA Kota Pontianak, Bahasan yang juga berlatar belakang suku Madura, menekankan bahwa identitas suku tidak boleh dijadikan alasan untuk membenarkan kesalahan. Menurutnya, yang harus dibela adalah kebenaran, bukan asal-usul suku atau kelompok.

“Bukan berarti yang salah harus diinjak-injak, tetapi dibina agar kembali ke jalan yang benar,” tegasnya.

Bahasan juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk terus mengayomi seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan suku dan agama. Pemerintah, kata dia, telah memperkuat berbagai instrumen kerukunan, seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Tim Kewaspadaan Dini, serta sinergi dengan aparat keamanan.

Memasuki periode kedua kepemimpinan bersama Wali Kota Pontianak, Bahasan berharap ruang silaturahmi dan dialog lintas budaya dapat dimaksimalkan, setelah pada periode sebelumnya terbatas akibat pandemi COVID-19.

“Pemerintah harus hadir memberikan rasa keadilan agar tidak terjadi kesenjangan. Kerukunan adalah modal utama membangun Pontianak yang aman dan damai,” pungkasnya.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *