NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Sore itu, Sabtu, 14 Maret 2026, langit di atas Kecamatan Pontianak Kota perlahan berubah jingga. Di luar sana, klakson kendaraan bersahutan dan warga tumpah ruah berburu takjil di tepi jalan protokol. Namun, pemandangan berbeda tersaji saat melangkahkan kaki masuk ke dalam Gang Pelita Jalan Putri Dara Hitam tepat di rumah perjuangan Yakorma Kalbar. Di sudut kota yang tenang ini, sebuah pertemuan hangat sedang berlangsung, sebuah perjamuan rindu dan kepedulian.
Ratusan orang berkumpul dengan khidmat. Di antara deretan lesehan, terlihat wajah-wajah polos 50 anak yatim yang sore itu menjadi tamu istimewa. Mereka hadir bukan sekadar untuk berbuka puasa, melainkan untuk menerima kebahagiaan dari kepedulian dari Yayasan Kerukunan Orang Madura (Yakorma) sekaligus mengirimkan doa terbaik dalam peringatan satu tahun wafatnya almarhum Ustadz Sarijan, sang tokoh pemersatu sekaligus pendiri Yayasan Kerukunan Orang Madura (Yakorma) Kalimantan Barat.
Bagi keluarga besar Yakorma, sosok Ustadz Sarijan bukan sekadar pemimpin dua periode, melainkan akar yang menumbuhkan semangat berbagi. Korwil Yakorma Kalbar, Muhammad Ali Rido, menatap keramaian itu dengan penuh syukur.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar. Hari ini adalah kegiatan rutin tahunan kami, sekaligus memperingati satu tahun wafatnya almarhum Ustadz Sarijan. Beliau adalah pendiri yang meletakkan fondasi organisasi ini,” ujar Ali Rido dengan nada rendah penuh penghormatan.

Kehadiran sekitar 500 peserta, mulai dari pengurus wilayah Pontianak, Kubu Raya, Landak, Mempawah, hingga Singkawan menjadi bukti bahwa semangat yang ditinggalkan almarhum masih menyala terang. Di sana, para tokoh agama seperti Pengasuh pondok pesantren Tahfidzul Qur’an Safinaful Huda Jombang KH. Ghozi Rofiuddin memberikan tausiyah, Pondok Pesantren Khairul Munajah Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah, Kiai Syafi’i, Kiai Abdul Syukur yang juga sebagai ketua FKUB Pontianak dan “orang-orang saleh” duduk berdampingan dengan masyarakat sekitar, menciptakan harmoni yang menyejukkan di tengah puasa Ramadan.

Lebih dari Sekadar Buka Puasa
Kegiatan ini bukan hanya tentang membatalkan lapar. Melalui Yakorma Peduli, yayasan ini menunjukkan bahwa keberadaan mereka adalah untuk menjadi tangan kanan masyarakat yang membutuhkan.
Saat azan magrib berkumandang, suasana di Gang Pelita berubah menjadi syahdu. Di sela-sela suapan takjil, terselip tawa kecil dari anak-anak yatim yang mendapatkan perhatian dan kasih sayang sore itu.
Para anak yatim ini menerima bingkisan hingga santunan berupa uang tunai dari Yakorma Kalbar melalui Yakorma Peduli. Wajah mungil mereka pun berseri-seri tatkala pembagian santunan dimulai.

Direktur Yakorma Peduli, Moh. Tingwar, S.H., menjelaskan, santunan ini merupakan bagian dari program unggulan yang tidak boleh terputus. “Kami ingin ikut andil memeriahkan bulan suci ini. Selain santunan, kami juga bergerak membagikan sarung untuk para imam tarawih di surau-surau dan membantu renovasi rumah ibadah di pelosok Kalbar,” ungkapnya.
Baginya, Ramadan adalah panggung untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. “Ini adalah bentuk pengabdian kami untuk membantu masyarakat miskin dan anak yatim, sebagaimana tujuan awal yayasan ini didirikan,” tambahnya.

Melalui momentum ini menjadi pengingat bahwa meski sang pendiri, Ustadz Sarijan, telah tiada, namun amal jariyahnya terus mengalir melalui tangan-tangan pengurus Yakorma yang setia merawat kepedulian. Di sudut sempit Gang Pelita, nilai-nilai kerukunan dan kemanusiaan justru terasa begitu luas dan tak terbatas.
















