banner 728x250

Bimtek Karang Taruna Tentang Pengelolaan Sampah: Cetak Generasi Muda Jadi Pelopor Kurangi Limbah Rumah Tangga

NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak bersama Karang Taruna Kota Pontianak dan Forum Komunikasi Hijau (FKH) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan peran serta pemuda dalam pengelolaan sampah, Kamis, 10 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di TPST Edelweis, Jl. Purnama Dalam ini diikuti 50 peserta dari unsur pemuda dan karang taruna untuk mendapatkan pelatihan teknis langsung.

Ketua Karang Taruna Kota Pontianak, Irfan Oktadiar, menjelaskan para peserta dibekali materi dan praktik langsung mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, termasuk metode losegar (Loak Sampah Rumah Tangga).

“Hari ini ada 50 peserta dari anak-anak muda yang ikut Bimtek. Mereka dibekali materi tentang bagaimana sampah rumah tangga bisa dikelola dengan tepat. Kegiatannya juga langsung praktek,” ujar Irfan, Kamis.

Sebagai bentuk dukungan nyata, DLH Kota Pontianak disebutnya memfasilitasi alat praktik yang didistribusikan secara bertahap, yakni satu unit per kecamatan. Irfan berharap pelatihan ini mampu melahirkan agen perubahan dari lingkup terkecil.

“Harapannya anak-anak muda ini bisa memberi contoh ke lingkungan rumah, teman-teman, hingga masyarakat luas. Kita mulai dari hal kecil di rumah tangga, seperti memilah sampah organik dan mengolahnya kembali untuk tanaman,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif antara Karang Taruna dan FKH ini. Menurutnya, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menangani persoalan sampah tanpa partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki energi lebih besar.

“Pemkot tidak dapat melakukan sendiri urusan sampah ini. Harus ada partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat, tua-muda, dunia usaha, hingga NGO. Kita harapkan energi para pemuda ini menjadi gerakan massal di tingkat masyarakat,” tegas Syarif.

Dalam Bimtek tersebut, para peserta tidak hanya diberikan teori di ruangan, tetapi langsung diajak melihat dan mempraktikkan berbagai teknologi pengolahan sampah yang dimiliki DLH Kota Pontianak. Fasilitas ini mencakup penggunaan biodigester untuk menghasilkan gas rumah tangga, sistem composting, hingga teknologi pyrolysis untuk mengolah sampah plastik jenis kantong kresek menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Syarif memaparkan bahwa teknologi pyrolysis menjadi salah satu solusi penting untuk mengatasi permasalahan sampah kantong kresek yang selama ini sulit terkelola oleh pemulung.

“Selama ini kantong kresek itu jadi masalah karena tidak ada yang mau ambil. Alhamdulillah, dengan sistem pyrolysis, satu kilo kresek bisa menghasilkan satu liter BBM dengan perbandingan satu banding satu,” jelasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, Karang Taruna, dan komunitas lingkungan ini, Pemkot Pontianak optimis gerakan sadar lingkungan dapat semakin masif, dimulai dari kesadaran pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga hingga pemanfaatan teknologi hijau yang inovatif.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *