banner 728x250

Suasana Syahdu Shalat Idul Adha: Jemaah Terharu hingga Untaian Doa Minta Dipanggil ke Tanah Suci

banner 468x60

Suasana Syahdu Shalat Idul Adha: Jemaah Terharu hingga Untaian Doa Minta Dipanggil ke Tanah Suci

NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Pelaksanaan ibadah Shalat Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Alun Kapuas Jalan Rahadi Oesman, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, berlangsung dengan khidmat dan penuh berkah, Rabu, 27 Mei 2026 pagi. Meski sempat diguyur hujan pada waktu subuh, cuaca justru berganti menjadi teduh dan mendukung kekhusyukan ribuan jemaah yang hadir.

banner 1024x1500

Keindahan dan kekhusyukan momentum hari raya ini dirasakan langsung warga Sungai Raya Dalam Pontianak, Mufti (60). Ia mengaku sangat bersyukur karena rangkaian ibadah dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan cuaca yang berarti.

“Alhamdulillah ini berjalan lancar ya. Walaupun pagi-pagi tadi subuh itu dimulai ada hujan rintik-rintik, namun dengan keberkahan dan rahmat Allah hujan berhenti dan suasananya sangat adem,” ujar Mufti usai melaksanakan shalat.

Terharu Mendengar Lantunan Ayat Suci dan Khutbah

Mufti menambahkan, suasana Idul Adha tahun ini terasa sangat menyentuh hati. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh sang imam, serta penyampaian materi khutbah dari khatib, dinilainya sangat mendalam hingga membuat dirinya merasa terharu.

Ada beberapa poin yang menurutnya membuat ibadah kali ini terasa sangat berkesan. Diantaranya kefasihan Imam, Mufti sangat mengagumi kualitas bacaan sang imam (Miftah) yang dinilainya sangat fasih dan merdu.
Kemudian, Materi Khutbah yang Mengena, pesan-pesan yang disampaikan dalam khutbah Idul Adha kali ini dinilai sangat kontekstual dan menyentuh sanubari jemaah.

“Saya sampai terharu karena bacaannya (imam) sangat bagus. Kemudian juga materi khutbah Idul Adha, kami menyimak sangat mengena. Mudah-mudahan ini berkah buat warga Pontianak dan kami sebagai jemaah. Mudah-mudahan Kota Pontianak menjadi kota yang tenang, maju, dan penuh berkah,” tambahnya.

Untaian Doa dan Harapan Menuju Tanah Suci

Di usianya yang telah menginjak 60 tahun ini, Mufti menyimpan satu harapan besar yang belum terwujud. Di hari yang suci ini, ia memanjatkan doa agar kelak diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menginjakkan kaki di Mekkah dan Madinah.

Sebagai warga yang belum pernah melaksanakan ibadah ke Tanah Suci, melihat Ka’bah secara langsung adalah impian terbesarnya. Merindukan sesuatu yang belum pernah dirasakan langsung .

“Insya Allah mudah-mudahan diberikan umur panjang dan kesehatan sehingga bisa diberi kesempatan untuk dipanggil Allah ke Masjidil Haram dan Madinah. Dari dulu saya sangat mengharap untuk bisa sampai sujud di depan Ka’bah. Hanya rezeki Allah yang bisa menyampaikan kita untuk hadir memenuhi panggilan-Nya. Amin,” pungkas Mufti dengan nada haru.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *