NARASI KALBAR: Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Barat (Kalbar) menyayangkan atas kebijakan Pemerintah Provinsi Kalbar yang tidak memasukan cabang olahraga (cabor) panjat tebing pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalbar tahun 2025.
Sekum FPTI Kalbar Suparman mengungkapkan, cabor panjat tebing ini
tidak masuk POPDA Kalbar 2025 berdasarkan hasil akhir Disporapar Kalbar yang merilis Cabor yang dipertandingkan pada POPDA Kalbar 2025 yaitu Atletik, Taekwondo, Karate, Panahan, Balap Sepeda dan Wushu.
Suparman menerangkan, sebelum merilis cabor itu, sempat ada tarikulur cabor yang akan dimainkan pada POPDA 2025. “Pada awalnya menurut Kabid Olahraga Disporapar Provinsi Panjat Tebing merupakan cabor yang dipertandingkan pada POPDA Kalbar 2025, tapi karena Sekum Pengprov FPTI Kalbar pernah bertanya pada staf Kabid Olahraga bolehkah Cabor Panjat Tebing dimajukan pelaksanaannya karena adanya Kejurnas Kelompok Umur dan ini dijadikan alasan oleh Kabid Olahraga bahwa Panjat Tebing mengajukan menjadi Selekda. Karena terlalu lamanya Disporapar Provinsi mengeluarkan rilis cabor pada POPDA 2025 menumbuhkan
desas-desus bahwa Panjat Tebing tidak masuk pada POPDA 2025,” ungkap Suparmandalam keterangannya, Jumat (23/5/2025).
Melihat desas-desus itu, kemudian Ketua Panjat Tebing Provinsi Kalimantan Barat menanyakan desas-desus tersebut kepada Kabid olahraga. “Menurut Kabid Olahraga Disporapar bahwa ada 3 alasan mengapa cabor Panjat Tebing tidak dipertandingkan
pada POPDA 2025, pertama karena adanya efisiensi anggaran. Kedua, bahwa Panjat Tebing sudah punya kouta di POPNAS dua orang atlet dimana yang tergabung pada
SPOBNAS Kalbar dan ketiga, karena usulan dari Sekum FPTI Kalbar,” ungkapnya.
Melihat hal tersebut, Sekum FPTI Kalbar Suparman menyayangkan, halitu. Ia memastikan, bahwa dirinya tidak pernah mengusulkan pembatalan cabor
panjat tebing di POPDA Kalbar.
“Saya telah menghadap Kabid Olahraga Disporapar Provinsi untuk mengklarifikasi hal tersebut, bahwa panjat tebing hanya menanyakan bolehkah jadwal panjat tebing
dimajukan bukan mengusulkan untuk perubahan menjadi Selekda, kalau memang tidak bisa kami tetap akan mengikuti jadwal Disporapar Provinsi Kalbar,” katanya.
Setelah mendapat penjelasan dari Sekum FPTI Kalbar, akhirnya Kabid
Disporpar memberikan jadwal untuk cabor panjat tebing pada POPDA 2025 yaitupada tanggal 23-25 Juni 2025 dan juga meminta THB (Teknikal Hand Book) serta
sudah diserahkan kepada staf Kabid Olahraga Disporapar Provinsi Kalbar.
“Tapi setelah dirilis dan disampaikan kepada Dispora kota/kabupaten ternyata cabor panjat
tebing tetap tidak dimasukkan pada POPDA 2025 Kalbar,” ungkap Suparman.
Pada hal kita tahu bersama, bahwa Cabor Panjat Tebing berhasilmengharumkan nama Bangsa Indonesia dikancah Internasional dengan berhasil menyumbangkan
medali Emas pada OLIMPIADE PARIS 2024. “Melihat hal ini kami sebagai masyarakatyang mencintai olahraga panjat tebing sangat menyayangkan sikap Pemerintahan
Daerah Kalimantan Barat dalam hal ini Gubernur Kalimantan Barat yang menyetujuicabor panjat tebing tidak dipertandingkan pada POPDA 2025 Kalbar,”ungkapnya.
Dengan mempertimbangkan bahwa Cabor Panjat Tebing telah berhasil
menyumbangkan Medali Emas pada Olimpiade Paris 2024 dimana mengharumkan namabangsa Indonesia Umumnya dan Kalimantan Barat khusunya, karena kita tahu
bersama atlet Panjat tebing atas nama Veddriq Leonardo berasal dari Kota PontiaanakKalimantan Barat.
“Maka kami berharap Gubernur Kalimantan Barat dapat merubah
kebijakan supaya cabor Panjat Tebing tetap bisa dipertandingkan pada POPDA 2025Kalbar. Semoga harapan masyarakat yang mencintai olahraga Panjat Tebing kepada
Gubernur Kalimantan Barat untuk cabor panjat tebing tetap dipertandingkan padaPOPDA 2025 Kalbar dapat terwujud,” tukasnya.
















