NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Munaji, mendorong Pemerintah Kota melalui dinas terkait untuk segera melakukan optimalisasi fasilitas di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Jalan Kebangkitan Nasional Kecamatan Pontianak Utara. Hal ini dilakukan guna mengejar kembali standar kualitas internasional dan menjamin ketersediaan daging menjelang Hari Besar Keagamaan (HBK).
Kejar Sertifikasi ESCAS Australia
Munaji mengungkapkan, bahwa RPH di Kota Pontianak (RPH Kebangkitan Nasional) memiliki rekam jejak yang baik, yakni pernah meraih sertifikat ESCAS (Exporter Supply Chain Assurance System) dari Australia. Namun, saat ini tingkat kelayakan fasilitas diperkirakan baru mencapai 70 persen.
“Pengawasan sudah mulai berjalan lagi, tapi kita butuh penambahan fasilitas pemotongan agar lebih baik. Target kita ke depan adalah mendapatkan kembali sertifikat ESCAS tersebut,” ujar Munaji setelah meninjau RPH Kebangkitan Nasional Kecamatan Pontianak Utara, Minggu 15 Februari 2026 malam.
Ada beberapa poin krusial, menurut Munaji yang harus diperbaiki. Diantaranya pemasangan stunning block (alat pemingsan hewan), perluasan dan perbaikan fasilitas kandang penampungan sapi. Menurut Munaji, ketersediaan lahan untuk perluasan RPH saat ini sudah tersedia, hanya saja tinggal Pemerintah Kota untuk melakukan penataan infrastukturnya saja.
Kemudian, legislator Partai Demokrat ini juga meminta optimalisasi sistem pengelolaan limbah pemotongan agar terealisasi dengan lebih higienis serta lampu penerangan di kawasan RPH agar tidak gelap gulita di malam hari. Saat ini, dilaporkan bahwa lampu penerangan di RPH Kebangkitan Nasional Kecamatan Pontianak Utara masih belum maksimal, di kala malam lampu penerangan sering mati. Hal ini tentu mengganggu aktivitas di kawasan itu.
Menurut Munaji, hal tersebut urgent untuk dilakukan untuk penunjang pasok kebutuhan daging di Kota Pontianak Kalimantan Barat.
Apalagi masyarakat saat ini sedang menghadapi Tahun Baru Imlek, bulan suci Ramadan, hingga Idulfitri. Dimana intensitas pemotongan sapi diprediksi akan meningkat tajam dari rata-rata harian 40-50 ekor di RPH Kebangkitan Nasional.
“Fasilitas ini akan digunakan semaksimal mungkin oleh para jagal. Oleh karena itu, kami berharap Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak segera bergerak meningkatkan fasilitas yang ada,” tambahnya.
Stok Bapok Hingga Daging Aman, Lagislator Munaji Minta Masyarakat Taka Panik
Pengawasan terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok (bapok) terus dilakukan oleh satgas pangan. Anggota DPRD Kota Pontianak, Munaji memastikan bahwa stok bapok hingga daging sapi untuk wilayah Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak, dalam kondisi aman. Pihaknya telah melakukan koordinasi melalui rapat bersama Polda Kalbar dan Pemerintah Pusat terkait pemantauan harga dan pasokan.
Pemerintah bekerja sama dengan beberapa feedlot (penggemukan sapi) di luar Kalbar untuk menjamin suplai. Bahkan berdasarkan pemantauan langsung di salah satu feedlot di Kalimantan Tengah (PT Sulung Ranch), tersedia sekitar 4.000 ekor sapi yang siap potong untuk disuplai ke wilayah Kalbar.
Munaji menegaskan bahwa pihak feedlot tidak menaikkan harga timbangan sapi, sehingga harga di tingkat masyarakat diharapkan tetap stabil sesuai ketetapan pemerintah.
“Masyarakat tidak perlu panik menjelang Ramadan dan Idulfitri. Kami bersama Satgas Pangan Polda Kalbar terus memantau harga di pasar. Ketersediaan bahan pokok, terutama daging sapi, sudah siap disuplai ke wilayah kita,” pungkas Munaji.
















