Optimalkan Pengolahan Sampah, Pemkot Pontianak Siapkan Pembangunan Pusat Pengolahan Sampah Terpadu
NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat sistem manajemen limbah perkotaan. Selain memastikan regulasi berjalan sesuai undang-undang, Pemkot Pontianak kini tengah bersiap meningkatkan infrastruktur dari sistem sanitary landfill menuju pengolahan yang lebih modern.
Edi Kamtono mengungkapkan bahwa sejauh ini sistem pengolahan sampah di Kota Pontianak sudah masuk dalam kategori baik. Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang memadai serta persebaran Tempat Penampungan Sementara (TPS) hingga ke tingkat lingkungan menjadi kunci utama, Rabu, 8 April 2026.
“Kota kita Alhamdulillah pengolahan sampahnya sudah termasuk baik. Kami punya TPA, ada TPS lingkungan, hingga bank sampah pun tersedia. Pelayanan ini akan terus kita tingkatkan ke depannya,” ujar Edi Rusdi Kamtono.
Ia juga menambahkan bahwa TPA di Pontianak telah menerapkan sistem sanitary landfill, sebuah metode pengolahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, kemudian menutupnya dengan tanah untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Proyek Strategis 2026-2027
Menatap masa depan, Edi memproyeksikan lompatan besar dalam penanganan sampah pada periode 2026 hingga 2027 mendatang.
“Di tahun 2026-2027 ini, kami sudah memulai pembangunan pusat pengolahan sampah terpadu. Ini adalah langkah agar tata kelola sampah kita semakin efektif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain pembangunan infrastruktur besar, Wali Kota juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dan instansi. Ia menyoroti dua poin utama demi menjaga ketertiban kebersihan kota:
Pertama, Kedisiplinan Warga: Masyarakat diminta tertib dalam membuang sampah, baik dari segi ketepatan waktu maupun lokasi pembuangan yang telah ditentukan.
Kedua, Pengolahan Mandiri: Sekolah dan perkantoran diimbau menyediakan lubang galian khusus untuk sampah organik.
“Saya sudah mengimbau perkantoran dan sekolah untuk menyiapkan galian sampah organik. Jadi, sampah seperti daun dan sisa makanan tidak perlu diangkut jauh-jauh. Jika difermentasi di lingkungan masing-masing, itu bisa menjadi pupuk yang bermanfaat,” pungkas Edi.
Dengan strategi integrasi antara pembangunan teknologi terpadu dan kesadaran memilah sampah dari sumbernya, Pemkot Pontianak optimis dapat mewujudkan kota yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
















