NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUSHA) IAIN Pontianak menggelar diskusi menarik mengenai sejarah Kalimantan Barat yang bersumber dari media terbitan langka, Selasa (25/11/2025). Dalam diskusi ini, Wakil Dekan Fusha, Dr. Zulkifli memaparkan betapa kayanya informasi sejarah sosial dan politik Kalbar yang terekam dalam surat kabar era 1920-an hingga 1940-an.
Dalam paparannya, narasumber memperlihatkan arsip digital dari Perpustakaan Nasional yang memuat koran-koran lawas seperti Suara Borneo, Warta Borneo, hingga Matahari Borneo. Salah satu temuan menarik yang dibahas adalah potret sosial Kota Pontianak tahun 1923, mulai dari isu “rumah penyundalan” (prostitusi) hingga kritik terhadap monopoli dagang dan kebersihan parit kota.
“Koran-koran ini adalah sumber primer. Gambaran nyata masyarakat masa 1920-an terekam jelas di sini, mulai dari ekonomi, politik, hingga potret pendidikan Islam,” ujarnya.
Ia mencontohkan berita tahun 1928 di Mempawah yang mencatat sekolah-sekolah sudah mengajarkan keterampilan tangan (handarbeid) seperti membuat sapu dan anyaman).
Diskusi ini bertujuan membuka wawasan mahasiswa dan dosen untuk melakukan kolaborasi penelitian. Menurutnya, masih banyak “harta karun” informasi di terbitan berkala tersebut yang bisa dijadikan bahan skripsi, tesis, bahkan disertasi, terutama bagi mahasiswa Prodi Sejarah Peradaban Islam dan Komunikasi Penyiaran Islam.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan ajakan untuk mengakses koleksi digital naskah kuno guna memperkaya khazanah sejarah lokal Kalimantan Barat.
















