banner 728x250

Jadwal Cap Go Meh 2026, Ribuan Lampion dan Ketupat Hiasi Perayaan Cap Go Meh di Kota Khatulistiwa

banner 468x60

NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak pada 2577/2026 tampil berbeda dan penuh makna. Bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadhan, panitia mengusung tema akulturasi dan toleransi melalui pemasangan ribuan lampion yang bersanding dengan ketupat.

Saat ini, wajah Jalan Gajah Mada Pontianak, mulai bersolek. Persiapan perayaan Cap Go Meh yang telah digodok selama empat bulan kini telah mencapai 90 persen. Uniknya, pemandangan tahun ini tidak hanya didominasi oleh warna merah lampion, tetapi juga hijau khas ketupat.

banner 1024x1500

Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Pontianak, Hendry Pangestu Lim, menyatakan bahwa integrasi simbol budaya ini adalah cerminan keharmonisan warga Pontianak. Sebanyak 3.000 lampion dan 2.000 ketupat disiapkan untuk menghiasi sudut-sudut kota.

“Tahun ini memang unik karena rangkaian Cap Go Meh kita bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Di situlah kami jadikan satu kegiatan, pemasangan ketupat dengan lampion. Kita ingin tunjukkan bahwa Pontianak adalah kota harmoni dan kota paling aman untuk didatangi wisatawan,” ujarnya.

Tak hanya soal hiasan, penyesuaian teknis juga dilakukan demi menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadah. Seluruh rangkaian acara utama, mulai dari panggung hiburan hingga atraksi naga bersinar, baru akan dimulai setelah pelaksanaan salat Tarawih.

Festival kuliner di sepanjang Jalan Diponegoro akan berlangsung dari 25 Februari hingga 3 Maret, melibatkan 60 stan UMKM dan lebih dari 200 pedagang kaki lima. Menariknya, para pedagang sudah mulai berjualan sejak sore hari untuk menyediakan menu takjil berbuka puasa.

Puncak acara sendiri akan ditandai dengan ritual “Buka Mata Naga” pada 1 Maret subuh di Klenteng Kwan Tie Bio. Sementara itu, Karnaval Naga Bersinar yang menjadi magnet wisatawan akan digelar pada malam tanggal 3 Maret ba’da tarawih.

“Kami mulai karnaval jam 9 malam supaya tidak mengganggu saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah Tarawih. Begitu juga acara di panggung, semua rangkaian tetap harus lepas Tarawih. Pontianak adalah kota toleransi, kita tunjukkan itu pada dunia,” tegas Hendry Pangestu Lim.

Dengan semangat kebersamaan ini, perayaan Cap Go Meh diharapkan tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga penguat simpul toleransi di Kota Khatulistiwa.

Bagi Anda yang berencana berkunjung, pastikan mencatat jadwalnya agar tidak terlewat kemeriahan Naga Bersinar di malam penutupan.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *