banner 728x250

Dari Limbah Menjadi Berkah, Dosen Untan dan Universitas OSO Latih Pemuda Tanjung Mempawah Produksi Pupuk Organik Cair

banner 468x60

NARASIKALBAR.COM — Tim dosen dari Universitas Tanjungpura (Untan) dan Universitas OSO melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Karang Taruna Muda Insan Cita Kelurahan Tanjung Mempawah dalam Mendukung Lingkungan Sehat melalui Pelatihan Produk Alami Berbasis Potensi Lokal”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung PNPM Kelurahan Tanjung, Kabupaten Mempawah, ini diikuti para pemuda dan pemudi yang tergabung dalam Karang Taruna Muda Insan Cita Kelurahan Tanjung.

Program tersebut merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui hibah BIMA pada skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Karang Taruna dalam mengolah limbah organik lokal menjadi pupuk organik cair menggunakan bioaktivator Effective Microorganisms (EM4), sekaligus mendorong peran pemuda sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

banner 1024x1500

Kegiatan dibuka oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tanjung, Muhammad Yamin. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi tim pengabdian yang telah memilih Kelurahan Tanjung sebagai lokasi pelaksanaan program. Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam program lingkungan menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus menciptakan generasi yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat. Kami berharap para pemuda dapat menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan limbah organik menjadi sesuatu yang bernilai guna,” ujar Muhammad Yamin.

Ketua Tim Pengabdian, Asri Rahmawati, M.Mat., menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata. Ia mengatakan, pelatihan ini dirancang untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekaligus membekali mereka dengan keterampilan mengelola sumber daya yang tersedia di sekitar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus memiliki keterampilan dalam mengolah sumber daya yang ada di sekitar mereka. Pupuk organik cair yang dibuat dari limbah organik rumah tangga merupakan salah satu solusi sederhana yang dapat diterapkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung penghijauan dan pertanian di lingkungan sekitar,” jelas Asri.

Lebih lanjut, Asri menuturkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pembuatan pupuk organik cair, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara bijak dan berkelanjutan.

“Harapan kami, Karang Taruna Muda Insan Cita dapat menjadi agen perubahan di masyarakat. Selain mampu memproduksi pupuk organik cair secara mandiri, mereka juga dapat menularkan pengetahuan ini kepada masyarakat lainnya sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan. Ke depan, keterampilan ini bahkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha berbasis potensi lokal yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh dosen Program Studi Kimia Universitas OSO, Irma Ramadhani Febriaty, S.Si., M.Si. Dalam pemaparannya, Irma menjelaskan berbagai manfaat pupuk organik cair bagi tanaman, potensi pemanfaatan limbah organik rumah tangga, serta tahapan pembuatan pupuk organik cair yang mudah diterapkan oleh masyarakat.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan pupuk organik cair. Dengan pendampingan tim pengabdian, mereka mempelajari tahapan pemilahan bahan, pencacahan limbah organik, pencampuran bahan menggunakan bioaktivator EM4, hingga proses fermentasi dan cara penggunaan pupuk organik cair yang tepat.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para pemuda aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan limbah organik di lingkungan masing-masing. Praktik langsung yang dilakukan memberikan pengalaman baru bagi peserta dalam mengubah limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai guna.

Program pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen lintas perguruan tinggi dan disiplin ilmu, yakni Asri Rahmawati, M.Mat. dari Program Studi Matematika FMIPA Universitas Tanjungpura sebagai ketua tim, Dheanita Kusryat, S.H., M.H. dari Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura sebagai anggota, serta Irma Ramadhani Febriaty, S.Si., M.Si. dari Program Studi Kimia Universitas OSO sebagai anggota.

Selain meningkatkan kapasitas pemuda dalam pengelolaan lingkungan, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan organisasi kepemudaan ini, tim pengabdian berharap program yang telah dilaksanakan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Tidak hanya dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengurangi limbah organik rumah tangga, tetapi juga memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan serta mendorong tumbuhnya kreativitas dan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal demi meningkatkan kesejahteraan bersama.

editor: Fahrurrozi

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *