banner 728x250

Menembus Ombak Laut, Misi Penyelamatan Bruguiera Hainesii di Desa Tanjung Harapan, Mangrove Paling Langka di Dunia

banner 468x60

NARASIKALBAR.COM, KUBU RAYA – Tiga jam perjalanan menyusuri Sungai Kapuas hingga memecah ombak laut lepas dari Dermaga Speedboat Rasau Jaya pada Rabu, 29 Juli 2026, bukan sekadar pelesiran air biasa. Pagi itu, rombongan gabungan yang terdiri dari jurnalis, unsur pemerintah, akademisi, lembaga lingkungan dalam konservasi mangrove hingga pegiat lingkungan dipandu oleh Sampan Kalimantan menyatukan tekad untuk menunaikan misi penting yakni merawat sisa-sisa napas Bruguiera hainesii spesies mangrove paling langka di muka bumi.

Tujuan pelayaran panjang ditempuh untuk menuju kawasan pesisir Desa Tanjung Harapan, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Saat tiba di lokasi, rombongan terpaksa harus berjalan kaki meniti kayu bulat tengah desiran ombak pesisir, karena sasaran dangkal sebelum air pasang naik.

banner 1024x1500

Disana, semua mata tertuju pada satu pohon di garis depan pertempuran antara daratan dan laut lepas perbatasan Kubu Raya dan Selat Karimata serta Kabupaten Kayong Utara, karena berdiri sebuah pohon tua berukuran cukup besar yang melawan terjangan ombak tanpa henti. Sayangnya, pohon berjenis Bruguiera hainesii itu terlihat renta dan berada di ambang batas kemampuannya menahan abrasi yang mengikis tanah setiap detik.

Sebagai bentuk perlindungan darurat, Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD), Sampan Kalimantan, Pemerintah setempat bersama PT Bios telah menandai pohon induk tersebut dengan mengikat kain dan memasang pancang kayu pengaman di sekelilingnya agar ia tetap kokoh berdiri.

Bukan tanpa alasan para pihak turun tangan langsung ke lokasi, jika berdasarkan catatan konservasi global, Bruguiera hainesii merupakan salah satu jenis mangrove paling langka di dunia, dengan populasi tersisa di bumi diperkirakan tidak lebih dari 200 batang di hutan liar berdasarkan IUCN Redlist. Individu yang tersebar di Malaysia sekitar 80 individu dan Papua Nugini sekitar 120 individu, temuan tiga pohon Bruguiera Hainesii di Hutan Desa Tanjung Harapan merupakan keberkahan bagi dunia konservasi karena menambah sebaran Bruguiera hainesii hingga lokasi ini ditetapkan sebagai area in-situ di Lokasi temuan Bruguiera Hainesii.

Oleh karena itu, SAMPAN Kalimantan bersama LPHD Tanjung Harapan, melalui Project Delta Kapuas, meluncurkan Lokasi Konservasi Bruguiera hainesii sebagai langkah nyata dalam upaya penyelamatan dan perlindungan spesies ini. Inisiatif tersebut diharapkan dapat menjaga keberadaan populasi Bruguiera hainesii, memulihkan habitatnya, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam konservasi mangrove secara berkelanjutan.

Tak ingin tinggal diam dan menyesal di kemudian hari tatkala, LPHD, Sampan Kalimantan pemerintah setempat, serta pihak swasta juga telah bergerak cepat mengumpulkan buahnya untuk disemai. Hasilnya, upaya pembibitan mandiri ini membuahkan secercah harapan baru dengan sukses memproduksi lebih dari 1.000 bibit siap tanam. Puncak peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun ini pun diisi dengan aksi nyata penanaman kembali bibit-bibit langka tersebut di habitat aslinya di Desa Tanjung Harapan.

Kepala Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove (BPDASGM) Kota Pontianak Wilayah Kerja Kalimantan, Sudaryanti, mengapresiasi atas kolaborasi masif ini. Menurutnya, keberadaan Bruguiera Hainesii memiliki signifikansi ekologis yang luar biasa tinggi.

“Dengan ditemukannya mangrove jenis Bruguiera hainesii yang statusnya langka, maka sangat diperlukan upaya konservasi. Keberadaannya sangat penting sebagai penyeimbang ekosistem, penahan abrasi, sekaligus tempat pemijahan biota-biota laut seperti kepiting dan udang yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir,” ujar Sudaryanti di lokasi penanaman.

Sudaryanti memaparkan, dari total 900 bibit yang dikembangkan oleh PT Bios dan ratusan lebih dari LPHD, tingkat keberhasilan hidupnya (survival rate) tergolong sangat menggembirakan, yakni berada di kisaran di atas 70 persen.

“Kami cukup optimis mangrove ini bisa diperbanyak dan tumbuh dengan baik di Kubu Raya. Nantinya, kawasan ini akan menjadi sumber bibit (kantong asal-usul) untuk disebarkan ke berbagai wilayah, termasuk permintaan pembuatan arboretum mangrove di Sungai Kupah, Mempawah, hingga kabupaten di Kalimantan Tengah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Harapan, Syahron, menyambut baik kedatangan rombongan serta kepedulian berbagai pihak terhadap desanya. Ia menyebutkan bahwa luas area Hutan Desa Tanjung Harapan secara keseluruhan mencapai 17.445 hektare yang mencakup ekosistem mangrove, gambut, dan lahan mineral.

Meski belum memiliki Peraturan Desa (Perdes) khusus tertulis mengenai perlindungan mangrove, karena pengelolaannya masih berada di bawah payung hukum SK Kementerian terkait pengelolaan Hutan Desa melalui LPHD dan masyarakat setempat berkomitmen tinggi menjaga kelestariannya. Warga sadar betul bahwa hutan mangrove adalah “paru-paru dunia” sekaligus benteng pertahanan kampung mereka.

Selain sumber kehidupan warga pesisir, ekosistem mangrove menurut Syahron, merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna. Di kawasan ini masih banyak hewan langka mulai dari burung, bekangtan, monyet ekor panjang dan banyak flora dan fauna lainnya, termasuk rumah bagi udang dan kepiting.

Monyet ekor panjang sedang duduk di atas akar mangrove di Desa Tanjung Harapan. (RRI/Muhammad Rokib)

“Kami di sini selalu menjaga agar mangrove tidak dirusak atau ditebang secara besar-besaran. Pemanfaatannya hanya sebatas untuk kebutuhan domestik mendesak dengan mengambil kayu yang sudah mati atau kering. Justru saat ini, kami semakin antusias menggiatkan pembibitan agar jenis Bruguiera hainesii ini tidak hanya lestari di Drsa Tanjung Harapan, tapi juga bisa disebarluaskan ke daerah lain,” tegas Syahron.

Hal senada disampaikan oleh perwakilan Kementerian LHK, melalui Plt Kabid RPM Rehabilitasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Joni. Ia mencatat bahwa dari total sekitar 170 ribu hektare hutan mangrove di Kalimantan Barat, hampir 80 persennya berpusat di Kabupaten Kubu Raya. Potensi besar ini menuntut sinergi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendamping.

“Upaya-upaya pembibitan yang dirintis oleh PT Bios dan LPHD ini terus kita tingkatkan. Harapannya, tanaman yang tadinya hampir punah ini bisa kembali menjadi potensi kebanggaan Kalimantan Barat dan Indonesia,” ujar Joni.

Kolaborasi Panjang Merawat Pesisir

Perjalanan pelestarian ini tentu tidak instan. Perwakilan Sampan Kalimantan sekaligus Asisten Biodiversity, Yoga, menceritakan bahwa lembaganya telah mendampingi Desa Tanjung Harapan sejak tahun 2009 melalui program kerja Delta Kapuas Project. Pendampingan jangka panjang ini berfokus pada penguatan kapasitas LPHD, rehabilitasi hutan yang rusak, hingga perlindungan spesies kunci.

“Sekitar dua tahun lalu, teman-teman di lapangan menemukan satu pohon induk Bruguiera hainesii yang terancam abrasi hebat. Dari temuan itulah, pencarian dan penyelamatan spesies ini digalakkan secara intensif hingga membuahkan hasil pembibitan seperti sekarang,” kenang Yoga.

Ketua LPHD Tanjung Harapan, Joni, menambahkan bahwa perjuangan merawat pohon langka ini penuh dengan tantangan fisik di lapangan. Pihaknya bahkan telah berupaya memasang cerocok pengaman dari bambu di sekitar pohon induk demi menahan terjangan ombak. Kendati penanaman dari tahun-tahun sebelumnya menghadapi tantangan tingkat tumbuh yang lambat, secercah asa kini kian nyata.

“Alhamdulillah, dari penanaman yang kami lakukan sejak beberapa tahun lalu, kini sudah ada satu pohon Bruguiera hainesii baru di kampung Tanjung Harapan yang bahkan sudah mulai berbuah. Kami akan terus memperbanyak pembibitan agar kelestariannya terjaga,” pungkas Joni penuh optimisme.

Aksi penanaman mangrove Bruguiera hainesii di penghujung Juli 2026 ini bukan sekadar seremonial memperingati Hari Mangrove Sedunia. Lebih dari itu, ini merupakan manifestasi nyata dari ikatan batin antara manusia, sains, dan alam bahwa dari hembusan angin pesisir Kubu Raya, pertahanan bumi sedang dirajut kembali demi masa depan generasi mendatang.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *