NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Ribuan santri, alumni hingga wali santri menghadiri acara haul ke-12 Pendiri Pondok Pesantren Walisongo Pontianak Al Maghfurlah Dr. K.H. Zuhri Maksudi di Pondok Pesantren Walisongo Pontianak, Jalan Ampera, Kota Baru, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (2/11/2025).
Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalbar, Muhajirin Yanis menyampaikan pelaksanaan haul yang ke-12 ini, diharapkan bukan hanya seremonial saja, tetapi dapat mengambil hikmah serta meneladani apa telah ditinggalkan oleh Pendiri Pondok Pesantren Walisongo Pontianak serta bisa dilanjutkan ajaran-ajaran yang telah disampaikan.
“Karena beliau ini adalah mujtahid sekaligus mu’assis Pondok Pesantren Walisongo Pontianak dan pondok pesantren ini memiliki peran sangat penting dalam pembangunan bangsa,” kata Muhajirin Yanis usai menghadiri acara haul.
Sosok Menginspirasi
Muhajirin Yanis menegaskan, bahwa Pondok Pesantren tidak hanya melahirkan anak-anak yang cerdas secara intelektual, tetapi juga melahirkan anak-anak yang kokoh dan moral serta iman yang sangat kuat sehingga melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.
“Maka kami berharap mudah-mudahan dalam perayaan haul ke-12 Al Maghfurlah Dr K.H. Zuhri Maksudi akan menginspirasi bagi santri dan bagi kita semua terutama untuk meneruskan perjuangan yang telah dilakukan oleh beliau,” ucap Muhajirin Yanis.
Lahirkan Generasi Berkualitas
Haul yang dilaksanakan ini merupakan salah satu bentuk upaya dalam mengingat orang-orang shaleh seperti Pendiri Ponpes Walisongo Pontianak Kiai Zuhri Maksudi yang telah memiliki jasa besar dalam memperjuangkan agama maupun pendidikan dalam mencerdaskan generasi sehingga mampu mendirikan pusat pendidikan yang kini berdiri kokoh dan sudah melaju ribuan santri atau alumni tersebar di berbagai daerah.
Putra dari Kiai Zuhri Maksudi yang kini menjadi Pengasuh Pondok pesantren Walisongo Pontianak Gus Fahmi Mubaroq menyampaikan, haul menjadi salah satu tradisi yang selalu dilaksanakan oleh pondok pesantren untuk mengenang orang shaleh.
Selain itu, menurut Gus Fahmi, pelaksanaan haul juga menjadi momentum untuk meng-upgrade niat para santri maupun alumni untuk kembali kepada khittahnya. “Jika santri agar lebih semangat dalam menimba ilmu, jika para alumni agar bisa lebih semangat dalam mengabdikan diri di lingkungan masyarakat sehingga kebermanfaatan dan niat-niat baik terus berlanjut,” ujar Gus Fahmi.
Lebih lanjut Gus Fahmi menerangkan, bahwa pada pelaksanaan haul ini juga sangat momen penting bagi para santri maupun alumni, seperti mempererat silaturahmi dan tetap kompak dalam menebar manfaat bagi masyarakat.
Terlebih peran santri sangat penting dalam pembangunan daerah maupun bangsa. Hal itu juga tak bisa dilupakan, bahwa santri telah mengorbankan segalanya untuk kemerdekaan bangsa Indonesia hingga setiap tahun diperingati Hari Santri Nasional (HSN) setiap 22 Oktober sebagai pengingat jihad santri dalam melawan penjajah dahulu.
Oleh karena itu, peran santri dalam pembangunan tentunya tidak hanya dalam aspek agama, tetapi berbagai bidang, baik di pemerintahan, guru, pendakwah, penulis, pengusaha, swasta, abdi negara atau TNI, bidang hukum, baik jaksa, hakim, pengadilan maupun polri serta bidang lainnya.
“Jadi kami terus menyampaikan kepada para santri untuk tidak terpatok pada kesuksesan pada bidang keagamaan saja, tetapi juga harus bisa dalam bidang-bidang lainnya,” ungkap Gus Fahmi.
Gus Fahmi kemudian memberikan contoh Mahfud MD sebagai figur santri yang banyak berperan mulai di bidang akademisi, ahli hukum, politisi juga yang berperan di banyak bidang hakim, hingga dosen.
“Nah yang kami mau seorang santri harus seperti itu, berpikir secara luas, tidak berpikir hanya di lingkup agama saja,” pungkasnya.
Hadir langsung istri La Maghfurlah Dr. k. H. Zuhri Maksudi yakni Nyai Hj. Mustamirrah. Kemudian hadir para santri, alumni dan wali santri. Haul ke-12 Kiai Zuhri Maksudi juga dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga beberapa pejabat. Diantaranya Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalbar, Muhajirin Yanis, Ketua MUI Kalbar, Drs Basri HAR, Kemenag Kota Pontianak Ruslan, Wakil Rais Syuriah PWNU Kalbar, Kiai Muhammad Shohib; Ketua PCNU Kota Pontianak Ahmad Faruki, Kiai Muhammad Syafi’i Pengasuh Pondok Pesantren Khairul Munaajah, Jungkat Mempawah yang memberikan tausiyah pada kegiatan ini, kemudian hadir juga Kiai Yusrianto pengasuh ponpes Hidayatul Mubtadi’in Sungai Ambawang, Lora Khafifur Rizki menantu kiai Muhaddis dan putranya yakni Lora Mubasyirul umam beberapa pejabat lainnya serta keluarga.
















